Jumat, 10 Juli 2020

UAS KAJIAN KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR_ADIK LIA NOVITA_201903003


PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DI MASA PANDEMI COFID 19

Adik Lia Novita
201903003

A.           PENDAHULUAN
Status Pandemi global untuk kasus virus corona disease 2019 atau covid 19 mulai diumumkan oleh WHO pada tanggal 11 Maret 2020. Wabah ini telah menyerang banyak korban secara serempak di berbagai negara. WHO menetapkan seluruh warga dunia bisa berpotensi terkena infeksi Covid 19, guru dan siswa juga bisa terinfeksi Covid 19 (kompas.com). UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 9 Juli 2020: Melonjak 2.657, Pasien Positif Jadi 70.736 Orang (tribunnews.com)
Pemerintah melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Dease (Covid-19) memberikan kebijakan agar siswa belajar di rumah untuk meminimalisir penyebaran covid 19. Namun pada kenyataannya, siswa kurang memaksimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran di rumah. Guru memberikan tugas secara online. Komunikasi juga jadi hanya satu arah. Sehingga tidak efektif dan efisien dalam pembelajaran sehingga guru harus mengambil langkah langkah yang pasti agar anak dirumah bisa belajar dengan baik. (Suciati, 2020)
Pada tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Stanawiyah, dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, tetapi juga perguruan tinggi  baik pendidik maupun peserta didik, semuanya memperoleh dampak negatif karena pembelajaran tatap muka ditiadakan untuk mencegah penularan covid-19. Padahal tidak semua pelajar, siswa dan mahasiswa terbiasa belajar melalui Online. Apalagi guru dan dosen masih banyak belum mahir mengajar dengan menggunakan teknologi internet atau media sosial terutama di berbagai daerah.
Pada saat terdapat suatu wabah virus cofid 19 ini, diharapkan guru hendaknya dapat membimbing dan mengarahkan siswa agar aktif dalam kegiatan pembelajaran di rumah sehingga tercipta interaksi yang baik antara guru dengan peserta didik melalui online. Terjadinya proses pembelajaran ditandai dengan dua hal yaitu (1) siswa menunjukan keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktu untuk melaksanakan tugas, (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang diharapkan dalam Undang-Undang RI Nomer 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XI Pasal 39 ayat (1), dijelaskan tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan dan satuan pendidikan.
Berdasarkan hal tersebut di atas, jelas bahwa tugas guru adalah melaksanakan pengelolaan, pengembangan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan dalam satuan pendidikan, dari hasil penelitian di Sekolah Dasar masih terdapat beberapa guru yang belum mampu menerapkan pembelajaran dirumah melalui online dikarenakan keterbatasan dalam teknologi. Bahkan hal tersebut tidak hanya terjadi di sebagian kecil sekolah dasar, melainkan sebagian besar sekolah dasar mengalami keterbatasan itu. Masih banyak guru yang menerapkan model pembelajaran dengan memberikan tugas-tugas yang banyak tanpa memperhatikan situasi dan kondisi dimasa wabah covid-19 ini, harusnya anak dibuat senang agar imun atau daya tahan tubuh pada anak bisa terjaga dengan baik. Bukan pembelajaran yang monoton namun  menggunakan model pembelajaran yang kreatif menyenangkan dan tidak membosankan anak, karakter dan kreatif anak harus terus kita bina. Pemberian materi dan penugasan yang terlalu banyak serta melelahkan anak justru akan membuat anak kehilangan keinginannya untuk  belajar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pembelajaran berbasis proyek online di masa pandemic cofid 19 dan menggunakan metode kualitatif ekploratif.

B.            PEMBAHASAN
Pembelajaran Online
Pada masa “stay at home” sebagai dampak pandemi Covid-19, guru dituntut agar mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Hendaknya pembelajaran yang saat ini diterapkan oleh guru lebih diarahkan pada aktivitas modernisasi dengan memanfaatkan teknologi canggih dengan harapan dapat membantu peserta didik dalam menerima materi pembelajaran secara konstektual, kratif, interaktif, produktif, inspiratif, efektif, efisien, dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar pada peserta didik. Pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan saat ini adalah e-learning menggunakan web untuk mengaksesnya.
Suriadhi (2014) mendefinisikan bahwa e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer, dan internet. Keengwe & Georgina (2012) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat memberikan perubahan terhadap proses pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Internet yang semakin luas dan mudah diakses oleh siapa saja sehingga dapat digunakan sebagai alat dan sarana untuk mempermudah dalam pembelajaran selama pandemi Covid- 19. Pembelajaran berbasis daring (online) dibutuhkan sebagai sarana atau alat untuk mendukung proses pembelajaran selama pandemi Covid-19. Salah satu media teknologi yang sering digunakan saat ini adalah aplikasi pada telepon genggam/ponsel/HP.
Sistem pembelajaran yang semula konvensional dengan basis tatap muka bertemu secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin akan dapat digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan internet (online learning). Pembelajaran online menghubungkan pembelajar (peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi (secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous). Pembelajaran online merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, CD-ROOM (secara langsung dan tidak langsung) (Molinda, 2005).
Pembelajaran Berbasis Proyek
Tanpa adanya sinergitas strategi dan metode pembelajaran yang tepat, maka pembelajaran online dirasa kurang bermakna dalam penerapannya pada masa wabah seperti ini. Salah satu metode pembelajaran yang dapat dipadukan dengan pembelajaran online adalah pembelajaran berbasis proyek. Mengajukan pertanyaan atau masalah untuk menyusun dan memulai aktivitas yang menekankan kepada sejumlah proyek merupakan komponen utama pembelajaran berbasis proyek.
Pertanyaan yang disajikan menekankan kepada sejumlah proyek sampai didapatkannya hasil akhir berupa produk sebagai rangkaian aktivitas komunikasi individu atau berbagai hasil tugas yang menjawab pertanyaan. Sehingga melalui pembelajaran berbasis proyek memberikan peluang kepada peserta didik untuk mempelajari konsep secara mendalam sekaligus juga dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Sehingga diharapkan pembelajaran online yang dilaksankan menjadi bermakna. Sebagaimana yang dinyatakan Sucilestari dan Arizona (2018) pembelajaran berbasis proyek merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dari dunia nyata. Proyek yang dirancang dengan baik meminta peserta didik untuk mengatasi masalah nyata dan isu-isu penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, proyek-proyek yang dibangun peserta didik berdasarkan pengamatan terhadap permasalahan dunia nyata di sekitar mereka yang akan memberikan kebermaknaan bagi mereka.
 Secara khusus, pembelajaran berbasis proyek terdiri dari tugas-tugas berbasis penyelidikan yang membantu peserta didik mengembangkan pentingnya teknologi, sosial dan inti dari kurikulum (Sahin, 2013). Model pembelajaran berbasis proyek menjadi alternatif model pembelajaran yang dapat diimplementasikan untuk membina kompetensi peserta didik di sekolah. Sejalan dengan hasil penelitian Chasanah et al. (2014) yang menemukan, pembelajaran dengan model project based learning lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar berupa kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains siswa.
Project based learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang bercirikan adanya kegiatan merancang dan melakukan sebuah proyek untuk menghasilkan sebuah produk (Ardianti dkk, 2017: 146). Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran dengan menggunakan proyek sebagai tujuannya Kosasih (2014: 96). Model project based learning (PjBL) merupakan suatu model pembelajaran yang mampu membangun kemampuan siswa dengan melibatkan kerja proyek yang menghasilkan suatu karya nyata yang dapat diperlihatkan seperti laporan, pembuatan produk dan penyelesaian tugas tertulis yang guru berikan Sari dkk (2015: 4).
Tahapan model project based learning (PjBL) pada penelitian ini dengan berdasar pada Wena (2012: 144) yaitu: 1) penentuan pertanyaan mendasar (Start With the Essential Question), 2) mendesain perencanaan proyek (Design a Plan for the Project), 3) menyusun jadwal kegiatan (Create a Schedule), 4) memoitor siswa dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project), 5) menguji hasil (Assess the Outcome), dan 6) mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Pandemi Cofid 19
Pandemi COVID-19 telah memberi banyak dampak terhadap berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat di Negara Indonesia. Guna mencegah penularan virus yang lebih massif, pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan social distancing dan physical distancing. Kebijakan ini diberlakukan secara nasional sehingga tidak hanya berdampak pada daerah-daerah yang terkena dampak virus ini, namun juga di seluruh daerah-daerah yang belum terdampak. Kebijakan tersebut bahkan telah di implementasikan dengan bukti diterbitkannya Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Dease (Covid-19). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan dan meminimalisir angka pasien yang terpapar virus (Kemendikbud, 2020).
C.           PENUTUP
Pendekatan pembelajaran online berbasis proyek memberikan banyak peluang dan dampak positif bagi peserta didik dalam belajar. Banyak media online yang bisa diakses dan digunakan oleh pendidik maupun peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran melalui jaringan internet. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam penerapan pembelajaran online diantaranya kuota internet yang terbatas dan guru beserta peserta didik belum terbiasa dalam mengaplikasikannya. Sehingga diharapkan pembelajaran online berbasis proyek dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang dapat mengoptimalkan pembelajaran online. Pembelajaran ini membantu peserta didik untuk mempelajari konsep secara mendalam dan bermakna sehingga mereka dapat meningkatkan hasil belajar.

D.           DAFTAR PUSTAKA
Ardianti, S.D., Pratiwi, I.A., dan Kanzunnudin, Moh. 2017. Implementasi Project Based Learning (PjBL) Berpendekatan Science Edutainment Terhadap Kreativitas Peserta Didik. Jurnal Refleksi Edukatika, 7 (2): 145-150.

Chasanah, ARU, Khoiri,N. & Nuroso, H. (2016). Efektivitas Model Project Based Learning terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pokok Bahasan Kalor Kelas X SMAN 1 Wonosegoro Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika. 7 (1), 19-24.
http://journal.upgris.ac.id/index.php/JP2F/article/view/1149

Keengwe, J., & Georgina, D. (2012). The digital course training workshop for online learning and teaching. Education and Information Technologies, 17(4), 365- 379. https://doi.org/10.1007/s10639-011- 9164-x

Kosasih. 2014. Strategi Belajar dan Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya.

Molinda, M. (2005), Instructional Technology and Media for Learning New Jersey Colombus, Ohio

Sahin, A. (2013). STEM Project-Based Learning. Boston, USA: SensePublishers

Suciati. (2020). Peningkatan Kreatifitas Dan Inisiatif Guru Melalui Model Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 5, No.1 Edisi Khusus KBM Pandemi COVID-19

Sucilestari, R. & Arizona, K. (2018). Peningkatan Kecakapan Hidup melalui Pembelajaran Sains Berbasis Proyek. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi. 436-441.

Sucilestari, R. & Arizona, K. (2018). Pengaruh Project Based Learning pada Matakuliah Elektronika Dasar terhadap Kecakapan Hidup Mahasiswa Prodi Tadris Fisika UIN Mataram. Konstan Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika, 3 (1), 26-35.
https://jurnalkonstan.ac.id/index.php/jurnal/article/view/4

Suriadhi, Gede,. Tastra, I Dewa Kade. & Suwatra, Ign. Wayan. (2014). Pengembangan E-LearningBerbasis Edmodopada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII di SMP Negeri 2 Singaraja. Journal Edutech Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1).
https://wartakota.tribunnews.com/2020/07/09/update-kasus-covid-19-di-indonesia-9-juli-2020-melonjak-2657-pasien-positif-jadi-70736-orang.
Editor: Yaspen Martinus

Undang-Undang RI Nomer 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XI Pasal 39 ayat (1)

Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara