PEMBELAJARAN
BERBASIS PROYEK DI MASA PANDEMI COFID 19
Adik
Lia Novita
201903003
A.
PENDAHULUAN
Status Pandemi
global untuk kasus virus corona disease 2019 atau covid 19 mulai diumumkan oleh
WHO pada tanggal 11 Maret 2020. Wabah ini telah menyerang banyak korban secara serempak
di berbagai negara. WHO menetapkan seluruh warga dunia bisa berpotensi terkena
infeksi Covid 19, guru dan siswa juga bisa terinfeksi Covid 19 (kompas.com).
UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 9 Juli 2020: Melonjak 2.657, Pasien Positif
Jadi 70.736 Orang (tribunnews.com)
Pemerintah melalui
Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada
Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan
Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Dease (Covid-19)
memberikan kebijakan agar siswa belajar di rumah untuk meminimalisir penyebaran
covid 19. Namun pada kenyataannya, siswa kurang memaksimalkan penggunaan
teknologi dalam pembelajaran di rumah. Guru memberikan tugas secara online.
Komunikasi juga jadi hanya satu arah. Sehingga tidak efektif dan efisien dalam
pembelajaran sehingga guru harus mengambil langkah langkah yang pasti agar anak
dirumah bisa belajar dengan baik. (Suciati, 2020)
Pada tingkat
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Stanawiyah, dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, tetapi juga perguruan
tinggi baik pendidik maupun peserta
didik, semuanya memperoleh dampak negatif karena pembelajaran tatap muka
ditiadakan untuk mencegah penularan covid-19. Padahal tidak semua pelajar,
siswa dan mahasiswa terbiasa belajar melalui Online. Apalagi guru dan dosen
masih banyak belum mahir mengajar dengan menggunakan teknologi internet atau
media sosial terutama di berbagai daerah.
Pada saat
terdapat suatu wabah virus cofid 19 ini, diharapkan guru hendaknya dapat membimbing
dan mengarahkan siswa agar aktif dalam kegiatan pembelajaran di rumah sehingga
tercipta interaksi yang baik antara guru dengan peserta didik melalui online. Terjadinya
proses pembelajaran ditandai dengan dua hal yaitu (1) siswa menunjukan
keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktu untuk melaksanakan tugas,
(2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan pengajaran yang
diharapkan dalam Undang-Undang RI Nomer 20 tahun 2003, tentang Sistem
Pendidikan Nasional Bab XI Pasal 39 ayat (1), dijelaskan tenaga kependidikan
bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan dan pelayanan
teknis untuk menunjang proses pendidikan dan satuan pendidikan.
Berdasarkan hal
tersebut di atas, jelas bahwa tugas guru adalah melaksanakan pengelolaan,
pengembangan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan dalam
satuan pendidikan, dari hasil penelitian di Sekolah Dasar masih terdapat
beberapa guru yang belum mampu menerapkan pembelajaran dirumah melalui online
dikarenakan keterbatasan dalam teknologi. Bahkan hal tersebut tidak hanya
terjadi di sebagian kecil sekolah dasar, melainkan sebagian besar sekolah dasar
mengalami keterbatasan itu. Masih banyak guru yang menerapkan model
pembelajaran dengan memberikan tugas-tugas yang banyak tanpa memperhatikan
situasi dan kondisi dimasa wabah covid-19 ini, harusnya anak dibuat senang agar
imun atau daya tahan tubuh pada anak bisa terjaga dengan baik. Bukan pembelajaran
yang monoton namun menggunakan model
pembelajaran yang kreatif menyenangkan dan tidak membosankan anak, karakter dan
kreatif anak harus terus kita bina. Pemberian materi dan penugasan yang terlalu
banyak serta melelahkan anak justru akan membuat anak kehilangan keinginannya
untuk belajar.
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pembelajaran
berbasis proyek online di masa pandemic cofid 19 dan menggunakan metode kualitatif
ekploratif.
B.
PEMBAHASAN
Pembelajaran
Online
Pada masa “stay at home” sebagai dampak pandemi
Covid-19, guru dituntut agar mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran
secara daring (dalam jaringan). Hendaknya pembelajaran yang saat ini diterapkan
oleh guru lebih diarahkan pada aktivitas modernisasi dengan memanfaatkan
teknologi canggih dengan harapan dapat membantu peserta didik dalam menerima materi
pembelajaran secara konstektual, kratif, interaktif, produktif, inspiratif,
efektif, efisien, dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar pada
peserta didik. Pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan saat ini adalah
e-learning menggunakan web untuk mengaksesnya.
Suriadhi (2014) mendefinisikan bahwa e-learning adalah
pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer,
dan internet. Keengwe & Georgina (2012) dalam penelitiannya menjelaskan
bahwa perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat memberikan perubahan
terhadap proses pengajaran dan pembelajaran di sekolah. Internet yang semakin
luas dan mudah diakses oleh siapa saja sehingga dapat digunakan sebagai alat
dan sarana untuk mempermudah dalam pembelajaran selama pandemi Covid- 19.
Pembelajaran berbasis daring (online) dibutuhkan sebagai sarana atau alat untuk
mendukung proses pembelajaran selama pandemi Covid-19. Salah satu media
teknologi yang sering digunakan saat ini adalah aplikasi pada telepon
genggam/ponsel/HP.
Sistem pembelajaran yang semula konvensional dengan basis
tatap muka bertemu secara langsung di kelas, bukan tidak mungkin akan dapat
digantikan dengan sistem pembelajaran yang terintegrasikan melalui jaringan
internet (online learning). Pembelajaran online menghubungkan pembelajar
(peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur,
perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat
saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi (secara
langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous). Pembelajaran
online merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan
teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, CD-ROOM (secara
langsung dan tidak langsung) (Molinda, 2005).
Pembelajaran
Berbasis Proyek
Tanpa adanya sinergitas strategi dan metode
pembelajaran yang tepat, maka pembelajaran online dirasa kurang bermakna dalam
penerapannya pada masa wabah seperti ini. Salah satu metode pembelajaran yang
dapat dipadukan dengan pembelajaran online adalah pembelajaran berbasis proyek.
Mengajukan pertanyaan atau masalah untuk menyusun dan memulai aktivitas yang
menekankan kepada sejumlah proyek merupakan komponen utama pembelajaran
berbasis proyek.
Pertanyaan yang disajikan menekankan kepada sejumlah
proyek sampai didapatkannya hasil akhir berupa produk sebagai rangkaian
aktivitas komunikasi individu atau berbagai hasil tugas yang menjawab
pertanyaan. Sehingga melalui pembelajaran berbasis proyek memberikan peluang
kepada peserta didik untuk mempelajari konsep secara mendalam sekaligus juga
dapat meningkatkan hasil belajar mereka. Sehingga diharapkan pembelajaran
online yang dilaksankan menjadi bermakna. Sebagaimana yang dinyatakan
Sucilestari dan Arizona (2018) pembelajaran berbasis proyek merupakan
investigasi mendalam tentang sebuah topik dari dunia nyata. Proyek yang
dirancang dengan baik meminta peserta didik untuk mengatasi masalah nyata dan
isu-isu penting yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam proses
pembelajaran. Dengan demikian, proyek-proyek yang dibangun peserta didik
berdasarkan pengamatan terhadap permasalahan dunia nyata di sekitar mereka yang
akan memberikan kebermaknaan bagi mereka.
Secara khusus, pembelajaran berbasis proyek
terdiri dari tugas-tugas berbasis penyelidikan yang membantu peserta didik
mengembangkan pentingnya teknologi, sosial dan inti dari kurikulum (Sahin,
2013). Model pembelajaran berbasis proyek menjadi alternatif model pembelajaran
yang dapat diimplementasikan untuk membina kompetensi peserta didik di sekolah.
Sejalan dengan hasil penelitian Chasanah et al. (2014) yang menemukan,
pembelajaran dengan model project based learning lebih efektif daripada model
pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar berupa kemampuan
berpikir kreatif dan keterampilan proses sains siswa.
Project based
learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang bercirikan adanya
kegiatan merancang dan melakukan sebuah proyek untuk menghasilkan sebuah produk
(Ardianti dkk, 2017: 146). Pembelajaran berbasis proyek adalah model
pembelajaran dengan menggunakan proyek sebagai tujuannya Kosasih (2014: 96). Model
project based learning (PjBL) merupakan suatu model pembelajaran yang mampu
membangun kemampuan siswa dengan melibatkan kerja proyek yang menghasilkan
suatu karya nyata yang dapat diperlihatkan seperti laporan, pembuatan produk
dan penyelesaian tugas tertulis yang guru berikan Sari dkk (2015: 4).
Tahapan model
project based learning (PjBL) pada penelitian ini dengan berdasar pada Wena
(2012: 144) yaitu: 1) penentuan pertanyaan mendasar (Start With the Essential
Question), 2) mendesain perencanaan proyek (Design a Plan for the Project), 3)
menyusun jadwal kegiatan (Create a Schedule), 4) memoitor siswa dan kemajuan
proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project), 5) menguji hasil
(Assess the Outcome), dan 6) mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience).
Pandemi
Cofid 19
Pandemi COVID-19 telah memberi
banyak dampak terhadap berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat di Negara Indonesia.
Guna mencegah penularan virus yang lebih massif, pemerintah akhirnya
mengeluarkan kebijakan social distancing dan physical distancing. Kebijakan ini
diberlakukan secara nasional sehingga tidak hanya berdampak pada daerah-daerah
yang terkena dampak virus ini, namun juga di seluruh daerah-daerah yang belum
terdampak. Kebijakan tersebut bahkan telah di implementasikan dengan bukti
diterbitkannya Surat Edaran Mendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan
COVID-19 pada Satuan Pendidikan, dan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang
Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus
Dease (Covid-19). Langkah tersebut dilakukan untuk menekan dan meminimalisir
angka pasien yang terpapar virus (Kemendikbud, 2020).
C.
PENUTUP
Pendekatan pembelajaran online
berbasis proyek memberikan banyak peluang dan dampak positif bagi peserta didik
dalam belajar. Banyak media online yang bisa diakses dan digunakan oleh
pendidik maupun peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran melalui jaringan
internet. Beberapa hal yang menjadi kendala dalam penerapan pembelajaran online
diantaranya kuota internet yang terbatas dan guru beserta peserta didik belum
terbiasa dalam mengaplikasikannya. Sehingga diharapkan pembelajaran online
berbasis proyek dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang dapat mengoptimalkan
pembelajaran online. Pembelajaran ini membantu peserta didik untuk mempelajari
konsep secara mendalam dan bermakna sehingga mereka dapat meningkatkan hasil
belajar.
D.
DAFTAR
PUSTAKA
Ardianti, S.D., Pratiwi, I.A., dan
Kanzunnudin, Moh. 2017. Implementasi Project Based Learning (PjBL)
Berpendekatan Science Edutainment Terhadap Kreativitas Peserta Didik. Jurnal
Refleksi Edukatika, 7 (2): 145-150.
Chasanah, ARU, Khoiri,N. & Nuroso,
H. (2016). Efektivitas Model Project Based Learning terhadap Keterampilan
Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pokok Bahasan Kalor
Kelas X SMAN 1 Wonosegoro Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Penelitian
Pembelajaran Fisika. 7 (1), 19-24.
http://journal.upgris.ac.id/index.php/JP2F/article/view/1149
Keengwe, J., & Georgina, D. (2012).
The digital course training workshop for online learning and teaching.
Education and Information Technologies, 17(4), 365- 379. https://doi.org/10.1007/s10639-011- 9164-x
Kosasih. 2014. Strategi Belajar dan
Pembelajaran Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Yrama Widya.
Molinda, M. (2005), Instructional
Technology and Media for Learning New Jersey Colombus, Ohio
Sahin, A. (2013). STEM Project-Based
Learning. Boston, USA: SensePublishers
Suciati. (2020). Peningkatan Kreatifitas
Dan Inisiatif Guru Melalui Model Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi
Covid-19. Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 5, No.1 Edisi Khusus KBM Pandemi
COVID-19
Sucilestari, R. & Arizona, K.
(2018). Peningkatan Kecakapan Hidup melalui Pembelajaran Sains Berbasis Proyek.
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi. 436-441.
Sucilestari, R. & Arizona, K.
(2018). Pengaruh Project Based Learning pada Matakuliah Elektronika Dasar
terhadap Kecakapan Hidup Mahasiswa Prodi Tadris Fisika UIN Mataram. Konstan
Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika, 3 (1), 26-35.
https://jurnalkonstan.ac.id/index.php/jurnal/article/view/4
Suriadhi, Gede,. Tastra, I Dewa Kade.
& Suwatra, Ign. Wayan. (2014). Pengembangan E-LearningBerbasis Edmodopada
Mata Pelajaran IPA Kelas VIII di SMP Negeri 2 Singaraja. Journal Edutech
Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1).
https://wartakota.tribunnews.com/2020/07/09/update-kasus-covid-19-di-indonesia-9-juli-2020-melonjak-2657-pasien-positif-jadi-70736-orang.
Editor: Yaspen Martinus
Undang-Undang RI Nomer 20 tahun 2003,
tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab XI Pasal 39 ayat (1)
Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran
Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi
Aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar